Partisi Hard Disk untuk Ubuntu (Linux)

Menyiapkan Ruang Kosong pada Hard Disk

Untuk menginstal Ubuntu dapat dilakukan dengan 2 jenis konfigurasi, yaitu Single Boot atau Dual Boot. Single Boot artinya Ubuntu hanya sistem satu-satunya sistem operasi pada komputer,  sedangkan Dual Boot artinya komputer memiliki 2 atau lebih sistem operasi yang dapat dipilih pengguna untuk diaktifkan.

Konfigurasi Dual Boot merupakan konfigurasi yang sering dipakai karena komputer biasanya sudah terpasang sistem operasi lain, seperti Windows XP atau Windows Vista. Untuk menginstal Ubuntu pada komputer diperlukan ruang kosong, dianjurkan sebesar 5 Gb ke atas. Cara membuat ruang kosong pada hard disk adalah dengan bantuan software khusus seperti Partition Magic ataupun pada saat instalasi Windows XP atau Windows Vista pertama kali yang sengaja diatur agar tidak mengambil semua ruang di hard disk.

Konsep Partisi Hard Disk

Hard disk pada komputer adalah alat yang digunakan untuk menyimpan berkas-berkas komputer secara permanen. Pada penyimpanannya hard disk tersebut akan terbagi-bagi dalam bagian-bagian yang disebut partisi. Pada konfigurasi Dual Boot yang dijelaskan di atas, sistem operasi Windows akan menempati salah satu partisi, sedangka Ubuntu akan dipasang dengan membuat partisi-partisi baru pada ruang kosong yang telah disediakan.

Biasanya untuk pemasangan Ubuntu, diperlukan minimal sebanyak 1 buah partisi dan direkomendasikan 4 buah partisi:

  • partisi /boot : partisi ini berisi berkas-berkas yang diperlukan Ubuntu pada saat penyalaan komputer sejak awal. Ukuran yang direkomendasikan untuk partisi ini adalah 256 MB.
  • partisi / : partisi ini disebut juga partisi root yang akan digunakan untuk menyimpan semua berkas-berkas utama dari sistem operasi Ubuntu. Ukuran dari partisi ini minimal 2 GB. Tapi sebaiknya dibuat lebih dari 5 GB.
  • partisi /home : partisi /home adalah partisi tempat menyimpan berkas-berkas dari semua pengguna dari sistem operasi Ubuntu. Apabila pada saat instalasi Ubuntu tidak dispesifikasikan, maka program instalasi akan menempatkan /home menjadi satu dengan partisi /. Pemisahan partisi /home direkomendasikan karena pada saat memperbaiki sistem Ubuntu misalnya atau pada saat memperbarui sistem opersi Ubuntu yang rusak biasanya disarankan untuk memformat ulang semua partisi yang ada termasuk partisi /. Apabila partisi /home dipisahkan maka data-data dari pengguna yang sebelumnya tersimpan tidak akan terhapus.
  • partisi swap : partisi ini merupakan partisi yang digunakan untuk menyimpan data sementara pada saat komputer aktif terutama pada kondisi memori komputer sedang menyimpan data yang lebih besar dari kapasitasnya sehingga akan menyimpan sebagian datanya pada partisi swap. Saya biasa menyebut partisi swap seperti virtual memory. Biasanya besar partisi swap adalah 2 kali dari memori komputer anda.
  • partisi-partisi tambahan : partisi dari sistem operasi Windows akan dianggap partisi tambahan yang akan dipasang pada lokasi /media pada partisi root. Misalnya, partisi Windows terdapat pada partisi pertama maka partisi tersebut akan dinamakan /media/sda1 atau /media/hda1.

Konsep Filesystem pada Komputer

Cara sebuah sistem operasi menyimpan berkas-berkas pada sebuah partisi dinamakan Filesystem. Untuk sistem operasi Windows Filesystem yang biasanya digunakan adalah NTFS, FAT32, ataupun WinFS. Sedangkan untuk Ubuntu dipergunakan Filesystem EXT3.

Pada saat sistem operasi Ubuntu dioperasikan nantinya, komputer akan mampu mengenali partisi-partisi yang dimiliki oleh sistem operasi Windows terutama NTFS dan FAT32, namun dengan perbedaan perlakuan pada keduanya. Untuk Filesystem NTFS sifatnya hanya read-only (baca saja) sehingga kita hanya mampu membaca dan tidak bisa menyimpan atau membuat berkas baru pada partisi tersebut, sedangkan untuk FAT32 kita dapat melakukan baca maupun menyimpan berkas baru pada partisi tersebut.

Setelah mengetahui perbedaan perilaku Filesystem Windows pada Ubuntu, maka biasanya para pengguna Ubuntu maupun sistem operasi Linux yang lain pada saat instalasi Windows akan membuat 2 partisi: partisi pertama memiliki Filesystem NTFS untuk menyimpan berkas utama Windows, sedangkan partisi kedua memiliki Filesystem FAT32 yang berisi data-data pribadi yang dapat dibaca maupun ditulis baik dari Windows maupun Ubuntu.

10 thoughts on “Partisi Hard Disk untuk Ubuntu (Linux)

  1. terima kasih banget, walau baru sekarang aku pakai tulisan ini, sangat bantu aku untuk menginstal ubuntu

  2. mas, saya mau pasang windows dan ubuntu, berarti harus bikin partisinya 6 ya!?
    gambaran saya dengan 160Gb yang ada:
    30Gb tipenya NTFS buat windows 7/ XP
    15Gb untuk Linux dengan rincian:
    -256 MB partisi /boot :
    -10 GB partisi / tipenya Ext3 untuk system ubuntu 10.10
    -2,744 Gb partisi /home (tipenya apa?)
    -2 Gb swap
    sisanya buat penyimpanan data bertipe FAT32

    saya mau pasang dual boot ini di Netbook Acer AOD255
    tolong minta saran, pendapat dan petunjuknya. kalo bisa via email or FB.
    trims banyak!

  3. Mas, aq sdah instal ubuntu 10.10,,,,
    Tp aq mlh bgg mke’y. . . Trs aq pngen pke windows lge, aq cba instal trnyta partisi hard disk c, gk bsa di instal. . . Kalo mw buat partisi baru dengan tipe ntfs gimana ya. . ? Aq liat posting diatas gk phm. . . Tlng posting’in lgkh2 membuat partisi hard disk y mas. . . . Aq pngn bwt hardiskq ada 4 partisi yg masng2 20 GB. Hard diskq 80 GB. . .

  4. Pingback: Cara Partisi Hardisk | Dunia Teknik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s